Mensos Sebut Korban Banjir Bandang di Bima 4 Orang

Selasa, 10 Januari 2017 10:14


Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa. (Foto: int)

108Jakarta.com - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa memastikan empat orang meninggal dunia akibat banjir bandang di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, pada 21-23 Desember 2016.

"Dalam proses perjalanan tanggap darurat, kami mendapatkan informasi ada empat orang yang meninggal dunia terdampak banjir bandang," kata Mensos seusai menemui ahli waris Ardi Kartiarso di Kelurahan Manggemaci RT 01/RW 01, Kecamatan Empunda, Kota Bima, Selasa (10/1).

Pria berusia 52 tahun itu meninggal dunia empat hari setelah bencana yang menenggelamkan rumahnya itu.

"Ini merupakan ahli waris yang keempat yang mendapatkan santunan. Yang kesatu hingga ketiga sudah diberikan oleh tim Kemensos," ujar Khofifah.

Mensos melakukan kunjungan kerja ke Kota dan Kabupaten Bima itu untuk memastikan semua korban banjir bandang telah menerima jaminan hidup dan bantuan sosial lainnya sesuai instruksi Wakil Presiden Jusuf Kalla saat memantau penanganan bencana di daerah tersebut pada 28 Desember 2016.

Keluarga korban yang didatangi Mensos meninggalkan istri dan lima orang anak yang masih kecil.

Saat air bah setinggi 2,5 meter, korban yang menderita sakit itu tidak sempat menyelamatkan diri.

"Beberapa tetangga yang menolongnya u langsung melarikannya ke rumah sakit," kata Aminah, tetangga korban.

Sementara itu, Wali Kota Bima M Qurais H Abidin menastikan bantuan sosial terhadap korban banjir bandang termasuk jaminan hidup sudah diserahkan.

"Alhamdulillah dalam dua hari ini para pengungsi sudah tidak lagi tinggal di tenda. Sekarang kami bersihkan sampah dan material bekas banjir," ujarnya.

Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos, Harry Hikmat, menyebutkan bahwa 105 ribu jiwa yang tersebar di 33 kelurahan di lima kecamatan Kota Bima terdampak bencana tersebut.

Sekitar 82 persen dari korban terpaksa tinggal di tenda-tenda pengungsian.

"Kemensos juga telah menyalurkan bantuan logistik, jadup, dan santunan yang nilainya Rp6,9 miliar kepada korban," ujarnya.

Harry juga menyebutkan bahwa banjir bandang di Kota Bima tersebut menghanyutkan 121 rumah dan merusakkan puluhan rumah lainnya yang dihuni sekitar 1.300 jiwa.

"Selain itu ada 1.693 anak dan 580 keluarga yang mengalami trauma sudah semangat kembali ke rumah dan membersihkan rumah yang kotor akibat banjir," ujarnya menambahkan. 

(han)


Berita Terkait
Mudik 2017, Tol Jakarta-Semarang Siap Pakai
Polisi Tewas Ditabrak Pengemudi Mobil yang Mabuk
Kecelakaan Beruntun 130 Mobil Terjadi di Iran
Perjalanan KA Daop 1 Jakarta Mengalami Perubahan Mulai 1 April 2017
Celebrating 100 Hotel dengan Nuansa Hitam Putih

Please login for commentKomentar
Badeg
walopun cuman empat org, itu juga tetep musibah yg besar..
ThanksInfonya
wah, banyak juga yah korbannya bu,, hhmmm
chacha
Semoga tidak ada korban lainnya dan korban bencana alam ini segera cepat mendapatkan bantuan
mongi
emang sangat prihatin atas kejadian ini
ice
kasihan yah sampe ada korban jiwa gitu
ferry
prihatin sekali disana masi terjadi banjir bandang
Haries
Meski hanya 4 orang, tetep saja sudah memakan korban meninggal, harus diantisipasi
suiyong
moga-moga saja semua korban banjir mendapat bantuan dari mensos.
bengbeng
inalilahi banjir bandang di bima sampai ada korban jiwa juga ternyata,pemerintah harus kasih santunan tuh
Samuel
diharapkan ada uluran kasih dari Pemerintah dan warga indonesia
12