Bupati Purwakarta Mengunjungi Gubuk Derita Abah Tarsa

jumat, 21 April 2017 16:29


(ist)

108jakarta.com - Kisah Tarsa (82) yang hidup di sebuah gubuk derita tak ubahnya kandang ayam mendapatkan perhatian banyak pihak. Tidak hanya Pemkot Bandung, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi juga datang menengok Tarsa.


Dedi yang mengenakan kemeja putih dengan peci hitam datang ke gubuk Tarsa pada Jumat (21/4/2017) sekitar pukul 11.00 WIB. Dedi datang satu jam setelah kedatangan rombongan Dinas Sosial dan kewilayahan mengunjungi kediaman Tarsa.


Kebahagian terpancar di wajah Tarsa dengan kedatangan berbagai pihak yang peduli terhadapnya. Dedi juga sempat berbincang-bincang dengan pria paruh baya yang 4 tahun terakhir hidup sebatang kara ini. Dedi prihatian dengan kondisi Tarsa.


"Saya ikut prihatin dengan kondisi Abah yang tinggal di gubuk ini," kata Dedi setelah berbincang dengan Tarsa di gubuknya di perumahan Sweet Antapani Regency, Jalan Antapani, Kota Bandung.


Pria yang kerap berpakaian pangsi ini mengatakan Tarsa memang tidak ingin pindah dari gubuk ini. Pasalnya, Tarsa sudah terbiasa dengan suasana perkebunan dan memelihara hewan ternak tak ubahnya hidup di sebuah pedesaan.


"Abah ini masih kuat dengan kultur pedesaan, enggak siap di kota. Dia perlu di habitatnya, ini habitat dia ada kebon, ayam, domba," ungkap dia.


Menurut Dedi, kasus Tarsa yang tidak memiliki tanah untuk membangun rumahnya sendiri ini kerap terjadi di perkotaan. Harga tanah yang semakin mahal, membuat warga tak mampu terpaksa berpindah-pindah menempati tanah orang lain.


Dengan kondisi demikian, kata Dedi, bagi mereka seperti Abah Tarsa sudah cukup bahagia meski hanya menempati gubuk sederhana. Pasalnya, yang terpenting bisa tidur dan makan dengan cara bercocok tanam atau berternak seperti di pedesaan.


"Kita memang melihat abah menderita, tapi belum tentu juga. Tadi saya tanya dia bahagia, betah. Bisa nanem singkong, pelihara hewan ternak. Kalau di rumah susun belum tentu bisa," ungkap dia.


Oleh karena itu, kata Dedi, pihaknya akan meminta pengembang perumahan memberikan izin kepada Tarsa tetap tingga di tanah itu. Dedi berjanji akan membantu apabila nantinya tanah itu harus disewa.


"Saya akan bantu biayanya. Tadi juga saya sudah kasih sejumlah uang untuk kehidupan sementara abah," ujar Dedi.


(ayb/int)


Berita Terkait
Mensos Khofifah Kenang Ustaz Ja'far yang Meninggal Saat Membaca Alquran
Melihat Penampakan Simpang Susun Semanggi yang Telah Tersambung 100%
Lebak Banten Diguncang Gempa 4,0 Skala Richter
Seorang ayah di Phuket, Thailand Bunuh Bayi 11 Bulan dan Disiarkan Via Facebook
BNN Ungkap Peredaran Sabu yang Dipasok dari Lapas

Please login for commentKomentar
Haries
Warga yang seperti ini yang perlu diperhatikan, karena tinggal ditempat yang tidak layak banget, dan perlu bantuan
JawaLiar
segera diberikan tempat yang layak lah, dan juga kasih perawat buat ngurusin
mongi
kasian sekali ya nasib kake ini harus di beri bantuan untuk kehidupan sehari harinya
JgnLupaSignOut
sangat rendah hati sekali bapak abah ini, saya disini terketuk hati saya dengan kerendahan hati nya ya ampun
Linda
moga aja setelah dikunjungi bapak bupati kehidupan kakek tarsa akan membaik dari sebelumnya.
bengbeng
Dinsos sama mensos kemana ini ayo dong bantu juga jangan cuma jadi penonton
ice
banyak yg membantu, tp ya memang klo ga bisa hidup di kota lebih baik balik ke kampung nya
iva
Pemerintah itu bergerak kalo baru diekspos, coba kalo gak Abah tarsa juga gak bakal di tengokin bahkan dapat bantuan juga kagak
ticia
kasian juga sudah terbiasa dngan daerah perdesaan nuansa alam ngak bisa dgn hiruk pikuk ...klo sdh berumur mgkn memang lbh cocok spt itu yach
runi
berarti pak tarsa akan tetap tinggal di gubuknya ya, karena takutnya kalau di pindah malah bikin pak tarsa jadi gak betah dan malah stress nantinya karena ga bisa aktivitas seperti yang biasa dia lakukan, di atur aja deh pak bupati bagaimana baiknya aja, setidaknya biarkan dia tinggal di tanah tersebut tapi gubuknya saja yang di perbaiki agar bisa jadi lebih layak untuk ditinggali
12