ISIS Klaim Penembakan Polisi Paris

jumat, 21 April 2017 11:15


(ist)

108Jakarta.com - Kelompok garis keras Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) menyatakan bertanggung jawab atas serangan di Paris pusat pada Kamis (20/4/2017). Serangan ini telah menewaskan satu polisi dan membuat dua lainnya terluka parah, ungkap kantor berita kelompok bersenjata itu, Amaq.


ISIS menyatakan penyerang Paris itu sebagai salah satu tentaranya yang dinamai Abu Yousif, warga negara Belgia.


Kepolisian dan kementerian dalam negeri Prancis mengungkapkan bahwa satu polisi terbunuh dan dua lainnya terluka dalam penembakan di Paris pusat pada Kamis malam (20/4/2017).


Penembakan, yang juga menewaskan si penyerang, terjadi di pusat perbelanjaan Champs-Elysees hanya beberapa hari menjelang pelaksanaan pemilihan presiden Prancis.


Seorang saksi mata mengatakan kepada Reuters bahwa seorang pria keluar dari satu mobil di tempat kejadian dan mulai memuntahkan peluru dari senapan mesin.


Seorang sumber di kepolisian mengatakan tembakan juga terjadi di lokasi lainnya di dekat tempat insiden.


Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Prancis mengatakan terlalu dini untuk mengatakan motif dibalik penembakan itu. Namun, kementerian menjelaskan bahwa serangan itu sengaja menargetkan polisi.


Kejaksaan Prancis mengatakan bagian kontraterorisme kantor kejaksaan telah mulai melakukan penyelidikan.


Namun, tiga sumber di kalangan kepolisian mengatakan penembakan itu kemungkinan merupakan percobaan perampokan bersenjata.


Kepolisian meminta masyarakat untuk menghindari lokasi kejadian.


Gambar televisi memperlihatkan monumen Arc de Triomphe serta setengah wilayah Champs Elysees dipenuhi kendaraan-kendaraan polisi, sorotan lampu serta personel kepolisian bersenjata berat yang menutup lokasi insiden. Menurut seorang wartawan, saat itu terjadi adu tembak sengit di dekat toko Marks and Spencers.


Kejadian maut itu muncul pada saat para warga Prancis bersiap-siap untuk mendatangi tempat pemungutan, Minggu, untuk memberikan suara pada pemilihan presiden.


Prancis sejak 2015 berada di bawah status darurat dan telah mengalami serentetan serangan oleh kalangan garis keras, yang menewaskan lebih dari 230 orang dalam dua tahun terakhir.


Sebelumnya pada awal pekan ini, dua pria di Marseille ditangkap. Kepolisian mengatakan keduanya telah merencanakan untuk melakukan serangan menjelang pemilihan.


(CSR.id)

Berita Terkait
Mensos Khofifah Kenang Ustaz Ja'far yang Meninggal Saat Membaca Alquran
Melihat Penampakan Simpang Susun Semanggi yang Telah Tersambung 100%
Lebak Banten Diguncang Gempa 4,0 Skala Richter
Seorang ayah di Phuket, Thailand Bunuh Bayi 11 Bulan dan Disiarkan Via Facebook
BNN Ungkap Peredaran Sabu yang Dipasok dari Lapas

Please login for commentKomentar
Haries
Mungkin pelakunya memang dari ISIS kali ya, karena terornya sangat membabi buta dan tidak ada rasa takut apapun
JgnLupaSignOut
intinya ISIS itu meresahkan, wajar saja poloso duga ini penembakan dari team isis
mongi
kelompok satu ini memang harus di berantas sampai habis jangan ada lagi korban
JawaLiar
banyak banget kejadian yang disengaja banget nih ISIS melakukan tindakan yang tragis
ice
buat apa yah dia melakukan hal ini? kan buaknnya malah nambah musuh dan jadi makin pada benci ISIS yah, kenapa sih kita ga bisa damai aja
iva
ISIS sering kali membuat teror Paris salah satu negara yang mendapat ancaman tsb, polisi​ tak luput dari aksi penembakan
bengbeng
Seolah ISIS mempecundangi banyak negara ya udah jelas mereka yang mengklaim banyak aksi teror tapi kenapa pada diam saja
ticia
apa mungkin untuk buat panik di bbrp titik dan smua nya jd foceus kesana
emma
kalau tujuan untuk perampokan senjata masih percaya, karena pelaku hanya menyerang polisi
mama
Ya udah klaim aja emang situ kok yang jahat suka serang sana sini tanpa alasan
12