Kisah Kakek di Bandung Hidup Sebatang Kara Tinggal di Gubuk Derita

jumat, 21 April 2017 15:01


(ist)

108jakarta.com - Jauh dari kata layak. Tarsa (82) selama dua tahun terakhir tinggal seorang diri di sebuah gubuk menyerupai kandang. Tak ada kamar mandi, apalagi listrik sekadar untuk memberikan sedikit cahaya di kegelapan malam.


Semasa hidupnya, Tarsa sudah menikah empat kali. Namun, Tarsa hanya memiliki dua orang anak dari istrinya yang ketiga. Tapi sayang, kedua anaknya itu meninggal dunia. Terakhir, istri keempatnya juga meninggal pada tahun 2012 lalu.


"Abah ayeuna nyalira weh (saya sekarang sendiri. Istri tos maraot sadayana, anak oge (istri sudah meninggal semua, anak juga)," kata Tarsa.


Semenjak sang istri meninggal dunia, Tarsa kesehariannya hanya di temani dua ekor kucing serta enam ekor ayam milik orang lain yang dititipkan kepadanya. Tarsa menyayangi hewan-hewan itu seperti anaknya sendiri.


"Nyaah ka dua ucing iyeu mah (sayang ke dua kucing ini mah). Mun wengi sok tidur sareng bapak (kalau malam suka tidur dengan saya). Kadang kucingna sok siga nu mencetan abah (kadang kucingnya suka kayak mijitin saya)," tuturnya sambil mencontohkan.


Hiburan mewah yang dimiliki Tarsa hanya sebuah radio pemberian orang lain. Untuk mengisi waktunya sebelum atau sesudah memulung, Tarsa terkadang berkebun singkong. Terlihat sejumlah tanaman singkong di depan gubuknya.


"Bapak gaduh kebun singkong kecil di depan. Lumayan hasilna kanggo tuang (lumayan hasilnya untuk makan)," ungkap dia.


Tarsa mengaku uang hasil memulung cukup untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Namun terkadang kurang apabila dirinya sakit dan tidak bisa bekerja. Beruntung, Tarsa masih ada saudara dari istri keempatnya yang sesekali mengunjunginya.


"Mun abah nuju gering atau teu gaduh katuangan sok aya nu ngabantosan (kalau saya sakit atau enggak ada makanan suka ada yang bantu). Aya oge saudara abah nu kadang kadieu ngalongok (ada juga saudara yang kadang menjenguk)," kata dia.


Saudaranya yang kebetulan berada di lokasi, Elis (47) mengaku prihatin dengan kondisi Tarsa yang sudah dianggapnya sebagai kakeknya sendiri. Sehingga, Elis selalu menyempatkan diri berkunjung apabila sedang tidak bekerja.


"Saya kasian sama abah, sudah tua tapi hidup seperti ini," kata Elis yang tingga di Cisaranten, Arcamanik, Kota Bandung ini.


Dia mengatakan apabila memiliki rezeki berlebih kerap mengirimkan Tarsa makanan atau sembako. Bahkan, dia sudah mengajak Tarsa tinggal bersamanya, namun dia menolak. Tarsa merasa sudah betah tinggal di gubuk itu.


"Saya juga udah minta abah tinggal di kontrakan saya, tapi abah enggak mau. Saya juga cuma bisa bantu seadanya saja," ungkap Elis.


Menurutnya, selama ini belum ada sama sekali perhatian pemerintah kepada kakeknya. Jangankan bantuan tempat tinggal yang cukup layak, beras miskin (raskin) dari pemerintah pun tidak pernah dinikmati oleh Tarsa selama ini.


"Selama ini setahu saya abah enggak pernah dapat raskin, padahal abah orang yang paling membutuhkan. Akhir-akhir ini bantuan datangnya dari donatur masyarakat," kata Elis. 


(ayb/int)


Berita Terkait
Mensos Khofifah Kenang Ustaz Ja'far yang Meninggal Saat Membaca Alquran
Melihat Penampakan Simpang Susun Semanggi yang Telah Tersambung 100%
Lebak Banten Diguncang Gempa 4,0 Skala Richter
Seorang ayah di Phuket, Thailand Bunuh Bayi 11 Bulan dan Disiarkan Via Facebook
BNN Ungkap Peredaran Sabu yang Dipasok dari Lapas

Please login for commentKomentar
Haries
Tempatnya sangat tidak layak sekali ya, pemerintah setempat harus lebih peduli terhadap warga seperti ini, mereka butuh uluran tangan
mongi
harus di perhatikan sekali untuk pemerintah setempat agar terus menerus di beri bantuan
JgnLupaSignOut
ya ampu kake kesian banget. sehat selalu yah kek dan semoga allah memberikan mu rejeki yang berlimpah amin
JawaLiar
pengurus kampunya kaga ada yang pedulu atau gimana gitu, masa dibiarkan aja seperti itu, ngga pada kasian
Linda
sudah usia lanjut malah hidupnya sebtang kara tanpa istri atau anak, perhatian dari warga sekitarnya perlu dilakukana gar kakek karsa tidak merasa sendirian.
ice
agak kasihan sih tp yah mau gimana lagi kan kita jd pemimpin juga ga bisa membahagiakan smua pihak , tp klo begini pasti hrs dibantu dr pemerintah setempat dulu yah
iva
Kasian Abah Tarsa, dengan kondisi yang sudah tua tanpa ada keluarga yang merawatnya dan Abah gak mengeluh untuk menjalani hidupnya, mudahan pemerintah melihat rakyat kecil seperti ini
bengbeng
Ini cuma 1 dari sekian banyak orang2 yang hidupnya sebatang kara di luaran sana masih banyak
IndomieTelor
Hidupnya sepi sekali, gw berrharap peliharaanya itu bisa sampai tua juga bersama si Abah.
ticia
kasian yach ngak ada sodara dekat yach yang bisa membantu ..ngak kebayang klo kita sendiri mengalami nya
12