Bahas Pemblokiran Telegram, Komisi I DPR Segera Menggelar Rapat

Senin, 17 Juli 2017 8:44


Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Tubagus Hasanuddin (ist)

108jakarta.com - Komisi I DPR segera menggelar rapat terkait keputusan pemerintah untuk memblokir Telegram karena terindikasi konten radikal. Rapat akan membahas terkait pemanggilan Menkominfo Ruadiantara.


Wakil Ketua Komisi I DPR, TB Hasanuddin, mengaku telah menghubungi Rudiantara soal pemblokiran Telegram untuk bertanya lebih lanjut terkait alasan di balik kebijakan tersebut. Namun, teleponnya belum mendapat respons.


"Saya sudah nelepon (Rudi) tapi belum bisa nyambung, besok (Senin, 17 Juli 2017) kami akan coba rapatkan besama teman-teman di komisi I untuk kemudian apa tindakan kami karena saya tidak bisa bertindak sendiri," kata TB Hasanuddin dalam perbincangan, Minggu (16/7) malam.


Dia melanjutkan, pemblokiran Telegram perlu dipelajari lebih lanjut, meskipun ada indikasi digunakan sel-sel teroris ISIS untuk berkomunikasi secara sembunyi-sembunyi. Ini karena tak hanya teroris yang menggunakan Telegram.


"Saya akan coba minta konfirmasi dulu ya, sekiranya memang itu digunakan untuk kepentingan seperti teroris dan sebagainya, maka kita harus pelajari dulu. Jangan sampai kemudian pemblokiran merugikan publik," sebutnya.


"Kalau yang internet itu kan situs-situsnya yang diblokir, kalau ini apanya, saya tanya dulu ke Kemkominfo, dalam waktu segera," tegas dia. 


(ayb/int)


Berita Terkait
Tiongkok Yakin Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Selesai Tepat Waktu
Presiden Jokowi Beri Selamat Indonesia Juara ASEAN Para Games 2017
Status Gunung Agung Naik Dari Siaga Jadi Awas
Badan Trasnportasi London Cabut Lisensi Uber Taksi
Tembok Perbatasan Turki-Suriah Ditargetkan Selesai Akhir September

Please login for commentKomentar
Jaebum
Ada ada saja hanya karena kasus penutupan telegram saja sampai membuat DPR perlu buat rapat segala
emma
kenapa hanya Telegram yang diblokir, padahal sekarang ini media apapun bisa terindikasi konten radikal,,jadi semuanya harus diwaspadai
ice
sebetulnya ada maslaah apa sih kok sampai telegram mau di blokir begitu??
suiyong
harus ditinjau dulu yang benar apa mendapat pelanggaran yang salah apa benar.
ticia
kalau untuk demi kebaikan, lakukan yang terbaik, tapi apakah memang sudah benar benar dari telegram? harus bisa dipelajari lebih lagi itu
SayaFerdiEntong
rapat nya pasti memakan waktu sangat lama nih. dan itu pun sangat rumit membahasnya
bengbeng
Telegram emang masih ada yah sampe sekarang,setau ane telegram itu buat ngirim surat dan bertukar informasi pada jaman dulu,mungkin sudah berbeda versi kali yah
alya
mudah-mudahan saja keputusannya dapat memberikan dampak positif bagi semua pihak
pakaihatidong
sah" sah aja untuk pembelokiran kalau memang itu baik untuk banyak pihak.
Haries
Ya elah DPR sok respon banget sih, kinerja tidak ada juga, pakai rapat segala, emang apa yang di bahas coba
12