Aung San Suu Kyi Akhirnya Buka Suara Soal Rohingya

Rabu, 06 September 2017 14:08


(ist)

108jakarta.com - Peraih Nobel, Aung San Suu Kyi, akhirnya memberikan komentar publik pertamanya mengenai nasib minoritas Rohingya. Etnis Rohingya telah menjadi korban dari aksi kekerasan yang meletus hampir dua minggu lalu.


Suu Kyi, yang menjabat penasihat negara Myanmar adalah pemimpin de facto negara tersebut, mengatakan bahwa pemerintahnya bekerja untuk melindungi hak Rohingya. Hal itu diungkapkannya selama percakapan via telepon dengan Presiden Turki Tayyip Erdogan.


"Kami tahu betul, lebih dari kebanyakan, apa artinya dicabut hak asasi manusia dan perlindungan demokrasi," kata Suu Kyi, dalam percakapan tersebut seperti dikutip dari CNN, Kamis (6/9/2017).


"Jadi kami memastikan bahwa semua orang di negara kami berhak untuk melindungi hak-hak mereka, keadilan juga, dan bukan hanya politik tapi juga pembelaan terhadap sosial dan kemanusiaan," sambungnya.


Selama pembicaraan via telepon itu, Suu Kyi juga mengatakan bahwa banyak informasi keliru yang disebarkan untuk mempromosikan kepentingan para teroris. Ia menambahkan bahwa pemerintahnya telah bekerja keras untuk memastikan bahwa terorisme tidak menyebar ke seluruh negara bagian Rakhine.


Suu Kyi telah mendapat kecaman dalam beberapa hari ini karena dianggap gagal mencegah terjadinya pembunuhan massal dan pengusiran etnis Rohingya oleh pemerintahannya. Hal ini tidak terlepas dari citra Suu Kyi sebagai pejuang hak asasi manusia.


Sedikitnya 123.000 pengungsi Rohingya telah melintasi perbatasan Bangladesh hanya dalam waktu dua minggu setelah sebuah aksi militer Myanmar. Kekerasan meningkat setelah serangan terkoordinasi terhadap pos-pos perbatasan yang oleh pemerintah disalahkan kepada kelompok teroris.


Pengungsi membawa serta cerita tentang kematian dan penghancuran dari dalam provinsi Myanmar barat. Citra satelit yang dirilis oleh Human Rights Watch menunjukkan seluruh desa telah rata dengan tanah.


(ayb/int)


Berita Terkait
Tiongkok Yakin Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Selesai Tepat Waktu
Presiden Jokowi Beri Selamat Indonesia Juara ASEAN Para Games 2017
Status Gunung Agung Naik Dari Siaga Jadi Awas
Badan Trasnportasi London Cabut Lisensi Uber Taksi
Tembok Perbatasan Turki-Suriah Ditargetkan Selesai Akhir September

Please login for commentKomentar
ticia
Kok baru muncul sekarang untuk masalah yang sudah lama ini? Kenapa gak di bereskan secepatnya, sampai sampai banyak pengungsi ke negara lain yang terlamtat
Haries
Masa pemimpin begitu, ada pembantaian diem saja, tidak sepatutnya begitu, apalagi pernah meraih noble perdamaian
Renny
emang awalnya seperti apa sampai terjadi kekerasan dn penindasan. sampai sekarang aja gw ga tau
emma
kalau hanya buka suara dan sekedar kecaman, tanpa adanya tindakan, semua kejadian tersebut akan terus berlangsung,,pemerintah Myanmar harusnya bisa segera mengambil tindakan
Grace
Promo DEPOSIT 100 % hanya di http://Kakektogel.com yuk ikutan gabung !!
CaffeLatte
apaaaa ??? yakin tuh apa yang anda bicaran. kalau memang iya kenapa masih banyak sekali kaum minoritas yang terbantaii
alya
kasus ini harus segera di temukan penyebabnya agar warga rohingya dapat kembali hidup normal
novel
Sepertinya Aun san suu kyi ini mencari aman aja di saat banyaknya protes atas perlakuan dia terhadap etnis rohingya kok di bilang karna ada hubungannya ama teroris...yg pasti ini udah jelas namanya pembantaian umat manusia
Samuel
tentu kasus ini sangat menyita perhatian beberapa tokoh penting dunia, semua harus bersatu khususnya negara asean agar bisa mencari solusi untuk Rohingya
sumaryani
noble perdamaian tidak layak di sandangnya karena dia telah gagal untuk menciptakan perdamaian apalagi rohingya banyak yang meninggal karena kekerasan dan banyak yang mengungsi ke tetangga sebelah
12