Belasan Pelajar yang Terlibat Pengeroyokan Anggota Polisi Ditangkap

Rabu, 13 September 2017 10:28


(ist)

108Jakarta.com - Tim Vipers Unit Reskrim Polsek Cisauk menangkap 14 pelaku pengeroyokan terhadap seorang polisi berpangkat aiptu, Jumat (8/9) hingga Senin (11/9). Ke-14 pelaku tersebut diketahui masih berstatus pelajar.


"Ke-14 pelaku tersebut antara lain Riki Rahmatullah, Ramdani, Willy Zulfikry, Dyva Otniel Christopher, Diki Alfarizi, Wiranto Aldi, Krisnando, Muhamad Dado, Alfin Mulyansyah, Khairul Arifin, Dico Ragil Zuliansyah, Aditya Muhamad Baktiar, Febby Zakaria, dan Fiki Armadani," kata Kapolres Tangerang Selatan, Akbp Fadli Widiyanto, Selasa (12/9).


Peristiwa tersebut bermula ketika korban Aiptu Sugiri sedang bertugas mengatur lalu lintas di Depan SMAN 2 Tangerang Selatan,Jalan Raya Puspitek depan SMAN 2 Kp. Muncul Kel. Setu Kec. Setu Tangerang Selatan. Ia melihat kendaraan truk tronton melintas mengangkut sejumlah pelajar sekolah berada duduk di depan bumper dan bak kendaraan truk tronton tersebut.


Pada saat korban menghentikan truk tersebut dan menyuruh para pelajar untuk turun, salah seorang pelaku bernama Aditya merasa tidak terima dan berusaha memukul korban.


"Melihat kejadian tersebut para pelaku lainnya langsung menghampiri korban dengan beberapa pelaku ada yang memegang celurit, dan selanjutnya korban sempat lari menghindar, namun seorang pelaku bernama Riki Rahmatullah dari arah belakang korban membacok menggunakan celurit sebanyak dua kali dan mengenai punggung kiri korban," katanya.


Harry mengatakan tidak beberapa lama peristiwa tersebut terjadi, banyak warga yang berupaya mengamankan para pelaku sehingga para pelaku kabur. Namun dengan bantuan informasi dari masyarakat dan upaya penyelidikan dan penyidikan dari Team Vipers Polres Tangsel, ke l-14 tersangka yang semuanya masih berstatus anak dibawah umur berhasil diamankan.


Usai peristiwa tersebut, seluruh personel, staf dan pimpinan Polres Tangerang Selatan pada Hari Senin 11 September 2017 melaksanakan Kegiatan Police Goes To School dengan sasaran SMK Semesta Cisauk, SMK Ruhul Bayan Cisauk, SMK Sasmita Jaya 1 dan 2 Pamulang.


(CSR.id)

Berita Terkait
344 Warga yang Diisolasi KKB Berhasil di Evakuasi
Presiden Jokowi: Saya Minta Pak Setya Novanto Ikuti Proses Hukum
Batu Akik Ini Ternyata Masih Diburu Kolektor
Setya Novanto Dipindah dari Permata Hijau ke RSCM
Presiden Jokowi Hadiri Munas KAHMI di Medan

Please login for commentKomentar
pakaihatidong
ini para pelajar cukup berani juga ya mengeroyok seorang polisi,pelajar sekarang mau jadi apa kalau kelakuannya sudah melapaui bats seperti ini.
ticia
Pelajar saja sudah bisa begitu, gimana ntar mau jadi orang sukses orang orang begini? Gak ada akhlak sudah, apa yang di ajarkan selama sekolah ini
suiyong
pelajar sekarang bukan untuk belajar membuat tawuran sesama pelajar lain.
Cepon
gak baik nih pelajar, disuruh belajar ko malah keroyokin polisi. gak kasihan apah sama orang tuanya yang nyekolahin.
Marsim
ini lah pejar jaman sekarang di kasih tau malah marah2 lebih parahnya lagi merka membawa clurit untuk melakukan kekerasan
bengbeng
Kelakuan pelajar jaman sekarang memang sudah sangat mengkhawatirkan sepertinya sudah tidak ada nilai budi pekerti yang tertanam pada diri mereka untuk kasus yang satu ini cabut dulu kata untuk di bawah umur dan penjarakan saja
sumaryani
anak pelajar sekarang bawaannya bukanya buku malah celurit untuk tawuran bahkan polisi saja di keroyok dan di bacok
YankeeOH
tapi mungkin pelajar pelajar tersebut mungkin punya alasan alasan untuk menjelaskan kejadia tersebut gan.
novel
Itu lah kelakuan anak2 sekarang..beraninya ramai2 dan lebih gila lg polisi yg di keroyok...bener2 kaga ada takutnya mereka pikir aman kali bakal kaga ke tangkap...kalo udah bgini yg kasian ya pasti ortu nya
Samuel
mau jadi apa mereka kalau sering tawuran begitu, seharusnya mereka mebekali dari buat menghadapi masa yang akan datang
12