Cuaca Buruk, KMP Nirmala Cahaya II Tenggelam di Perairan Bali

Selasa, 12 September 2017 10:44


(ist)

108Jakarta.com - Kepolisian Resor Buleleng, Bali, menyatakan kapal barang "Cahaya Nirmala II" tenggelam di Perairan Celukan Bawang, Buleleng, Bali, Selasa (12/9/2017), akibat cuaca buruk.


"Kapal tenggelam pada dinihari setelah diterjang ombak setinggi tiga meter lebih yang menyebabkan lambung kapal bocor," kata Kepala Sub Bagian Humas Polres Buleleng Ajun Komisaris Nyoman Suartika, di Singaraja, kepada Antara, Selasa siang.


Namun, katanya, delapan awak kapal yang sedang dalam pelayaran dari Surabaya, Jawa Timur, menuju Bima, Nusa Tenggara Barat, itu ditemukan selamat. Termasuk sang nakhoda, meskipun sempat mengapung selama empat jam.


"Pencarian korban bukan saja dilakukan melalui jalur laut, melainkan juga melalui jalur udara dengan menggunakan satu unit helikopter milik Basarnas," terangnya.


Akhirnya, delapan awak dapat diselamatkam oleh kapal tongkang pembawa batubara yang rutin berlayar di perairan tersebut.


"Tetapi Kapal Cahaya Nirmala masih belum ditemukan hingga saat ini," ujar Suartika.


Sementara itu, delapan orang yang sudah berhasil dievakuasi di antaranya ialah kapten kapal Ibrahim (55), Rusdam (37), Iwan (37), Hasanudin (53), Brunei (24), Edison (36), Wahyudin (21), Mochtar(55).


Secara terpisah, Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Celukan Bawang, Ketut Arya Dana, mengatakan, pihaknya kini rutin melakukan pemutakhiran perkembangan kondisi laut di wilayah itu pascacuaca buruk.


"Kejadian tenggelamnya KM Cahaya Nirmala murni terjadi di tengah laut, jadi tidak ada penghentian aktivitas bongkar muat barang dan kami juga rutin melakukan 'update' terkait kondisi cuaca," katanya.


(CSR.id)

Berita Terkait
Tiongkok Yakin Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Selesai Tepat Waktu
Presiden Jokowi Beri Selamat Indonesia Juara ASEAN Para Games 2017
Status Gunung Agung Naik Dari Siaga Jadi Awas
Badan Trasnportasi London Cabut Lisensi Uber Taksi
Tembok Perbatasan Turki-Suriah Ditargetkan Selesai Akhir September

Please login for commentKomentar
bengbeng
Harusnya para nelayan jangan terlalu memaksakan untuk melaut jika cuacanya sedang tidak bersahabat karena resikonya terlalu besar
AhbiiJakaPoleng
nyawa memang jadi taruhan jika bekerja di laut lepas
Haries
Sudah tahu cuaca buruk masih aja berlayar, harusnya ditahan dulu, karena ujung ujungnya pasti tenggelam
JakAPolenG
itulah resikonya klo kita bekerja di pelayaran taruhannya nyawa, untungnya pada selamat kalo tidak selamat kan kasihan
alya
kasihan sekali, mudah-mudahan penumpangnya dapat segera ditemukan
novel
Lagi kalo udah ada peringatan gelombang tinggi ya aktifitas pelayarannya di hentikan dulu lah...nah kalo bandel ya gitu akibatnya
KaroKalemCuy
Syukurlah kalau 8 awak kapal selamat dari kejadian tersebut.
sumaryani
akibat cuaca yang extrim kapal itu akhirnya tengelam semoga para penumpang dan awak kapalnya dapat di selamatkan