Harga Beras di Purwokerto Kembali Merangkak Naik

Selasa, 12 September 2017 9:48


(ist)

108Jakarta.com - Harga beras kualitas medium di pasar tradisional di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, kembali naik akibat minimnya pasokan gabah dari petani. Dari pantauan di Pasar Wage, Selasa (12/9), harga beras IR-64 kualitas medium yang sebelumnya Rp 9.000 per kilogram naik menjadi Rp 9.250 per kilogram. 


"Kalau IR-64 kualitas bawah untuk sementara masih seperti pekan kemarin, yakni Rp 8.700 per kg. Demikian pula dengan harga IR-64 kualitas premium masih Rp 10 ribu per kg dan Pandanwangi Rp 11 ribu per kg," kata Novi, salah seorang pedagang.


Menurut dia, kenaikan harga beras kualitas medium itu disebabkan pasokan gabah dari petani makin berkurang karena masa panen hampir berakhir dan banyak tanaman padi yang terserang wereng cokelat. Kendati demikian, dia mengatakan kenaikan harga beras di Purwokerto khususnya Pasar Wage selama ini masih dalam batas wajar meskipun sedang masa paceklik seperti saat sekarang.


Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, dia mengatakan, harga beras eceran kualitas medium tertinggi di Pasar Wage Rp 9.500 per kg. Sedangkan kualitas premium Rp 12 ribu per kg.


Di Pasar Manis, Purwokerto, harga beras kualitas medium yang pekan lalu berkisar Rp 9.250 hingga Rp 9.500 per kg naik menjadi kisaran Rp 9.750 hingga Rp 10 ribu per kg. Selain itu, harga beras kualitas premium yang pekan lalu Rp 11.750 per kg naik menjadi Rp 12 ribu per kg. 


Pada kesempatan sebelumnya, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinperindag) Kabupaten Banyumas Yunianto mengatakan harga beras di sejumlah pasar tradisional setempat masih terkendali. "Kalaupun ada kenaikan harga beras, harganya masih dalam batas kewajaran," katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Senin (11/9).


Ia mengakui hasil panen padi di Banyumas mengalami penurunan akibat serangan wereng cokelat. Akan tetapi, kata dia, hal itu tidak terlalu berpengaruh terhadap pasokan beras di Banyumas. "Berdasarkan pantauan kami, ketersediaan beras di Banyumas masih bisa mencukupi hingga Hari Natal 2017 dan Tahun Baru 2018," katanya. 


(CSR.id)

Berita Terkait
Tiongkok Yakin Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Selesai Tepat Waktu
Presiden Jokowi Beri Selamat Indonesia Juara ASEAN Para Games 2017
Status Gunung Agung Naik Dari Siaga Jadi Awas
Badan Trasnportasi London Cabut Lisensi Uber Taksi
Tembok Perbatasan Turki-Suriah Ditargetkan Selesai Akhir September

Please login for commentKomentar
emma
kondisi seperti yang terjadi di Purwokerto, adanya kenaikan beras harus ada penanganan dari pemerintah,,jangan sampai berkelanjutan, kasihan masyarakat
Marsim
naiknya besar juga ya,kasihan warga yg kurang mampu klo harga beras naik terus.
AhbiiJakaPoleng
Dampak nya pasti buruk buat orang orang miskin . Tapi bisa untung jga buat yang punya lahan padi
bengbeng
Lumayan juga nih naiknya hampir 30% perkilonya, kira2 dampak apa yah ko bisa naik sebesar itu bukannya pasokan beras masih banyak
Haries
Kenapa ya harganya naik terus ya, kita berharap ada operasi pasar sehingga bisa menekan harga beras
JakAPolenG
mungkin itu penyebabnya banyak petani yg gagal panen jadi stoknya berkurang sehingga harga beras jadi naik
alya
makin naik saja nih harga beras kasihan sekali warga miskin
novel
Semoga aja kenaikannya kaga menyebar ke daerah lain...tapi kalo sebab kenaikannya karna kekurangan bisa jadi semua daerah akan kena imbas nya
FAHTORI
Pemerintah harus menangani masalah ini,dengan memberikan bantuan pupuk untuk para petani.Agar hasil panen diwaktu yang akan datang lebih baik dari hasil panen sebelumnya
Maman
lucunya negeri ini padhal sawah berlimpah dan cuaca sedang bagus banget tapi masih saja beras bisa naik harganya seperti ini jangan sampai saja indonesia mengimpor beras
12