Pengungsi Gunung Agung di Denpasar Terima Pelatihan Wirausaha

jumat, 13 Oktober 2017 13:30


(ist)

108Jakarta.com - Pengungsi Gunung Agung di Posko Induk Gedung Olah Raga (GOR) Kompyang Sudjana, Denpasar Barat menerima sejumlah pelatihan wirausaha. Sebagian dari mereka bahkan berhasil memasarkan hasil kerajinan tangannya untuk tambahan penghasilan.


Pelatihan yang diberikan adalah membuat hasil kerajinan berbahan dasar kulit kerang untuk lampu hias, kerajinan bunga serta bokor dari bahan daur ulang, pembuatan dupa, serta tas berbahan dasar plastik bekas. Pemerintah Kota Denpasar dan mitra mendatangkan langsung seluruh alat untuk memfasilitasi pelatihan dan produksi langsung di pengungsian.


Ni Putu Damayanti (20 tahun) adalah warga Desa Selat, Karangasem yang berhasil memasarkan tas daur ulang buatan tangannya. Dia mengaku perdana mendapat pelatihan tersebut, dan sangat antusias karena bisa menghasilkan uang meski berada di pengungsian.


Damayanti dan dua orang rekannya sudah memasarkan tujuh buah tas yang masing-masingnya di jual dengan harga Rp 50 ribu. Perempuan yang sebelumnya berprofesi sebagai karyawan salon ini kini sedang mengerjakan lima pesanan tas baru berbahan dasar plastik bungkus kopi. "Jika nanti saya pulang, saya bisa membuat tas ini lagi dan menjualnya," kata Damayanti, Jumat (13/10).


Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kota Denpasar, Made Erwin Suryadharma mengatakan pelatihan ini satu bentuk pemberdayaan masyarakat yang ditujukan untuk pengungsi. Pemerintah Kota Denpasar bersinergi dengan empat pengelola UMKM di ibu kota Provinsi Bali tersebut. "Pelatihan ini juga supaya warga pengungsi tidak jenuh. Hasil karya mereka juga bisa dipasarkan kembali oleh UMKM mitra," kata Suryadharma.


UMKM yang menjadi mitra juga bisa mempekerjakan pengungsi yang sudah menguasai pelatihan wirausaha yang dijalaninya. Sekretaris Posko Induk Kompyang Sudjana, Kadek Partawiguna mengatakan UMKM tersebut memberi kesempatan bagi pengungsi yang ingin bekerja harian. "Jika ingin bekerja dan jika mau, warga pengungsi dijemput pagi untuk bekerja dan sorenya kembali ke pengungsian," kata Partawiguna.


Pemilik UMKM Dupa Ayurveda, I Made Dwija Nurjaya mengatakan perusahaannya menerima maksimal 100 orang pengungsi untuk ikut bekerja di pabrik dupa selama masa pengungsian. Warga pengungsi harus tetap produktif mengisi waktu luang. "Pengungsi yang benar serius membuat dupa bisa bekerja di pabrik kami dengan sistem pagi sore," katanya.


Posko Induk Kompyang Sudjana sementara dihuni 37 kepala keluarga (KK) pengungsi atau sekitar 132 jiwa. Mereka terdiri dari 16 orang anak usia 0-5 tahun, 37 orang anak, 69 orang dewasa, dan 10 lansia. 


(CSR.id)

Berita Terkait
Jelang Akhir Tahun, Pegawai PT KAI Dilarang Cuti
BNPB: Dua Orang Tewas dan Ratusan Rumah Rusak Akibat Gempa Jawa
BMKG: Gempa Jabar Karena Tumbukan Lempeng Indo Australia-Eurasia
Jokowi Masih Rahasiakan Lokasi Bandara Sukabumi
Indonesia Raih 2 Emas dan 3 Perak di Olimpiade Sains IJSO

Please login for commentKomentar
Fajar
kasihan yang warga gunung agung semoga saja gunungnya segera normal kembali
bengbeng
nah mendingan di lakukan kegiatan sperti itu saja biar ibu2 di pengungsian ada kegiatan jadi engga jenuh dan sepulangnya nanti kerumah mereka masing2 mereka bisa buka usaha atas pelatihan itu
Jaebum
Sambil menunggu belajar wirausaha tidak ada salahnya malah jadi lebih bagus karena mendapat skill baru
Kokomkomariah
Kalau dipengungsian enggak ada kegiatan pastinya bosan sekali mereka , makanya dibuat kegiatan yang bermanfaat ini , diharapkan ini bisa jadi pemasukan juga nanti nya untuk mereka...
Arif
Bagus sekali,jadi hari hari di isi dengan kegiatan yang bermanfaat sekali
ticia
akan sangat membantu mereka dalam mencari nafkah di masyarakat, karena kalau lagi mengungsi begini pasti kan butuh biaya hidup
KaroKalemCuy
Dengan begitu pengungsi tidak larut dalam kesedihan, karena di tempat posko pengungsian mereka di latih berwirausaha yang tentunya mengisi waktu luang mereka.
sumaryani
saya rasa kegiatan tersebut sangat baik untuk mengisi waktu luang mereka di tengah pengungsian dan bisa menghasilkan uang tambahan untuk kebutuhan hidup
Samuel
daripada mereka menganggur memang lebih baik mereka belajar hal yang bermanfaat biar bisa bekal nantinya
Gunawan
bagus tuh buat kegiatan setiap hari dan bisa membuat aktivitas ramai
12