Aung San Suu Kyi Didesak Sekjen PBB Untuk Izinkan Warga Rohingya Pulang ke Myanmar

Selasa, 14 November 2017 11:54


(ist)

108Jakarta.com - Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mendesak pemimpin Myanmar, Aung San Suu Kyi untuk mengizinkan para pengungsi Rohingya di Bangladesh kembali ke negaranya.


Hal tersebut disampaikan Guterres dalam pertemuan dengan Suu Kyi di sela-sela KTT ASEAN di Manila, Filipina. 


"Sekjen menekankan bahwa meningkatkan upaya-upaya untuk memastikan akses kemanusiaan, pemulangan yang aman, bermartabat, sukarela dan berkelanjutan, serta rekonsiliasi nyata antara komunitas-komunitas, adalah penting," demikian disampaikan kantor Sekjen PBB seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (14/11/2017).


Pertemuan Guterres dan Suu Kyi tersebut terlaksana pada Selasa pagi waktu setempat.


Sebelumnya, dalam pidatonya di KTT ASEAN pada Senin (13/11) malam waktu setempat, Guterres juga menyampaikan keprihatinan atas Rohingya. Dikatakan pemimpin badan dunia tersebut, eksodus ratusan ribu warga Rohingya merupakan "eskalasi mengkhawatirkan dalam tragedi yang berlarut-larut". Menurutnya, situasi tersebut berpotensi menjadi sumber ketidakstabilan di wilayah, serta radikalisasi.


Lebih dari 600 ribu warga Rohingya telah melarikan diri ke Bangladesh sejak militer Myanmar melancarkan operasi besar-besaran di negara bagian Rakhine pada Agustus lalu. Pejabat-pejabat PBB mengatakan bahwa para tentara Myanmar telah memperkosa wanita Rohingya beramai-ramai dan melakukan kejahatan-kejahatan lainnya dalam operasi militer tersebut.


Namun militer Myanmar menyatakan, penyelidikan internal yang dilakukannya tidak membuktikan tuduhan-tuduhan kekejaman yang dilakukan tentara. Laporan hasil penyelidikan tersebut diposting di laman Facebook milik panglima militer Myanmar, Jenderal Senior Min Aung Hlaing.


Dalam laporan itu disebutkan, menurut 2.817 orang yang diwawancarai dari 54 desa Rohingya, para tentara tidak menembaki warga desa tak bersalah, tidak memperkosa serta tidak melakukan kekerasan seksual terhadap kaum wanita. Militer juga tidak melakukan pembunuhan atau pemukulan warga desa ataupun pembakaran rumah-rumah warga.


Dalam laporannya, militer Myanmar menyalahkan para militan atas pembakaran desa-desa dan menakut-nakuti serta memaksa warga untuk meninggalkan rumah-rumah mereka. Namun klaim ini tak bisa dibuktikan mengingat otoritas Myanmar tak mengizinkan panel PBB masuk untuk menyelidiki dugaan kekerasan terhadap warga Rohingya di Rakhine.


(CSR.id)

Berita Terkait
Kapolri Instruksikan Jajaran Tidak Tangkap Nelayan Cantrang
Canon Image Square Kota Jambi Resmi Dibuka
Grand Opening Hotel Dafam Pacific Caesar Surabaya
Perdana Menteri Selandia Baru Umumkan Kehamilan Anak Pertama
China Bangun Menara Pembersih Udara Terbesar di Dunia

Please login for commentKomentar
Brokoli
senyaman-nyamannya tinggal dinegara orang lebih nyaman tinggal dinegara sendiri
hendra
memang harus di pulangkan ke negara nya, supaya hidup bersama agar warga rohingya tidak terlibat kejadian kemaren,
KaroKalemCuy
Memang harus ada gertakan ataupun tindakan nyata untuk pemerintah myanmar agar kaum minoritas rohingya bisa kembali ke negaranya tersebut.
ticia
hal ini harus segera di bereskan, jangan di desak begitu saja, kan harus ada suatu keputusan yang pastui
Haries
Kenapa tidak diperbolehkan, mereka kan tinggalnya disitu dan sudah alam pula, hal yang aneh jika pemimpinnya sendiri menolak warganya yang mau kembali
UmanG
mungkin itu lebih baik kalo pengungsi rohingnya kembali ke negaranya sendiri
ice
nah loh smpai warga rohingya disuruh pulang dan didukung sm sekjen PBB loh, trs apa jawaban dari aung san suu kyi nih???
Ibnu
Masalah rohingya sampai sekarang pun belum kunjung selesai ya, kasihan para pengungsi rohingya
ferry
tapi tetap keputusannya dipulangkan ke myanmar karena itu massalah dalam negeri myanmar
kakektogel
BONUS 100% DEPOSIT BONUS DEPOSIT 20% TOGEL hanya di www.Kakektogel.com
12