Donald Trump Akui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel

Kamis, 07 Desember 2017 9:42


(ist)

108jakarta.com - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menyatakan bahwa Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Pernyataan itu disampaikannya dalam sebuah pidato di Gedung Putih.


"Saya telah menetapkan bahwa sekarang saatnya untuk secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel," kata Trump seperti dikutip dari Reuters, Kamis (7/12/2017). 


"Sementara presiden sebelumnya telah membuat janji kampanye besar ini, mereka gagal menyampaikannya. Hari ini, saya mengantarkan," imbuhnya.


Trump menyebut keputusannya sebagai langkah yang sudah lama terlambat untuk memajukan proses perdamaian.


Pernyataan Presiden Trump ini membalikkan kebijakan AS selama beberapa dekade. Trump juga tidak menggubris peringatan dari seluruh dunia bahwa hal itu isyarat tersebut selanjutnya mendorong perselisihan antara Israel dan Palestina.


Dalam sebuah pidato di Gedung Putih, Trump mengatakan bahwa pemerintahannya juga akan memulai sebuah proses untuk memindahkan kedutaan AS di Tel Aviv ke Yerusalem, yang diperkirakan akan memakan waktu bertahun-tahun.


Trump bertindak berdasarkan undang-undang tahun 1995 yang mewajibkan AS untuk memindahkan kedutaannya ke Yerusalem. Pendahulunya, Bill Clinton, George W. Bush dan Barack Obama, telah secara konsisten menunda keputusan tersebut untuk menghindari ketegangan di Timur Tengah.


Keputusan Trump cenderung menyenangkan pendukung utamanya - kelompok konservatif Republikan dan Kristen evangelis yang merupakan bagian penting dari basis politiknya.


Pembantu Trump berpendapat bahwa tindakan tersebut mencerminkan realitas Yerusalem sebagai pusat kepercayaan Yahudi dan fakta bahwa kota tersebut adalah pusat pemerintahan Israel.


Status Yerusalem - tempat suci bagi agama Islam, Yahudi dan Kristen - telah menjadi salah satu isu paling berdarah dalam upaya perdamaian Timur Tengah yang telah berjalan lama.


Israel menganggap kota itu sebagai Ibu Kota abadi dan tak terpisahkan serta menginginkan semua kedutaan besar berbasis di sana. Sementara warga Palestina menginginkan Ibu Kota negara Palestina merdeka berada di sektor timur kota, yang dikuasai Israel dalam perang Timur Tengah 1967 dan dicaplok dalam sebuah langkah yang tidak pernah diakui secara internasional.


Seorang utusan Palestina mengatakan bahwa keputusan Trump adalah sebuah deklarasi perang di Timur Tengah. Paus Fransiskus meminta status quo Yerusalem untuk dihormati, mengatakan bahwa ketegangan baru akan semakin mengobarkan konflik dunia. China dan Rusia menyatakan keprihatinannya bahwa rencana tersebut dapat memperburuk permusuhan di Timur Tengah.


(ayb/int)


Berita Terkait
Jelang Akhir Tahun, Pegawai PT KAI Dilarang Cuti
BNPB: Dua Orang Tewas dan Ratusan Rumah Rusak Akibat Gempa Jawa
BMKG: Gempa Jabar Karena Tumbukan Lempeng Indo Australia-Eurasia
Jokowi Masih Rahasiakan Lokasi Bandara Sukabumi
Indonesia Raih 2 Emas dan 3 Perak di Olimpiade Sains IJSO

Please login for commentKomentar
Haries
Trump sepertinya menabuh genderang perang dengan warga muslim deh, sepertinya trump perlu diledakkan deh
Renny
memang dia yang menentukannya negara lain itu menjadi ibu kota -r-
Samuel
berita yang sempat bikin geger dunia, berharap ada jalan keluar bersama
ice
pengumuman ini apa main bicara aja yah?? atau gimana ko bisa tiba2 keluar kata2 itu
pakaihatidong
keputusan kontrovesial yang menyulut banyaknya negara islam tenyang keputusan donald trump tentang yuresalem menjadi ibu kota israel.
novel
Karna di yerusallem ada masjid kebanggaan umat islam dan tentu ada hubungannya juga dgn peradaban islam saat ini mangkanya umat islam bkn menyengketakan tanah nya tp nilai sejarah islam akan punah bila di kuasai israel...dan AS ud mengakui itu tanah israel maka penduduk muslim dunia tentu akan marah
Kokomkomariah
Realistis sih, beberapa presiden sebelumnya tidak berani melaksanakan dan menunda, tapi proses perdamaian tidak juga ada kemajuan, ya realistis kalo dia melakukan pendekatan baru yang berbeda. tapi entah kenapa banyak orang yg menganggap konflik israel dan palestina adalah konflik agama, itu salah besar.. menurut artikel yg pernah gw baca itu bukan konflik agama tapi perebutan perbatasan dan wilayah negara. palestina mengganggap israel mengambil tanah mereka dan israel mengklaim itu adalah tanah leluhur mereka yg sudah lama di tinggalkan dan mereka di bantu as yg berhutang budi sama einsten.. jd salah besar kalau menyebut konflik disana adalah konflik agama..