Erupsi Gunung Agung Picu Kehilangan Devisa Rp9 Triliun

Selasa, 05 Desember 2017 9:50


(ist)

108jakarta.com - Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan sekitar Rp9 triliun potensi devisa dari sektor pariwisata melayang atau hilang sebagai dampak erupsi Gunung Agung di Bali sejak akhir November lalu.


Arief dalam peluncuran layanan transportasi helikopter Helicity di Jakarta, Senin, mengatakan Bali mendapatkan kunjungan wisatawan mancanegara hingga sekitar 15 ribu orang per hari dengan perkiraan devisi mencapai Rp250 miliar per hari.


"Maka, hitung saja sendiri berapa hari kejadian sampai 31 Desember, itu sekitar 36 hari, dikali Rp250 miliar jadi sekitar Rp9 triliun kita akan kehilangan devisa," katanya.


Menurut Arief, dengan kejadian bencana alam tersebut, maka target 15 juta kunjungan wisatawan mancanegara dipastikan tidak akan tercapai tahun ini.


Ia mengatakan, hingga September lalu, pemerintah optimistis target tersebut dapat tercapai. Namun, sejak aktivitas vulkanik Gunung Agung memburuk hingga terjadi erupsi, pemerintah memperkirakan akan ada pengurangan kunjungan wisman hingga sekitar 1 juta wisman.


"Totalnya kami perkirakan kita akan `shortage` (kekurangan) 1 juta wisman. Kalau 14 juta wisman, akan tercapai sekitar 93 persen," katanya.


Untuk memenuhi target tersebut, Arief mengatakan pemerintah terus melakukan promosi besar-besaran di Kepulauan Riau. Wilayah itu menjadi salah satu pintu masuk utama wisman ke Indonesia setelah Jakarta dan Bali. 


"Kita promosikan Kepri besar-besaran. Kami sadar, targetnya sangat besar dan yang bisa jadi `complementary` itu Kepri," katanya.


Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya penurunan jumlah wisatawan mancanegara ke Indonesia pada Oktober 2017 sebesar 4,54 persen yang salah satu penyebab utamanya adalah dampak dari erupsi Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali.


Penurunan jumlah wisatawan mancanegara yang masuk melalui Bandara Ngurah Rai tersebut tercatat mencapai 15,99 persen dari bulan sebelumnya sebanyak 550,2 ribu kunjungan menjadi 462,3 ribu kunjungan.


Secara keseluruhan, tercatat pada Oktober 2017 jumlah kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 1,15 juta kunjungan yang terbagi dari 964,8 ribu merupakan wisman yang masuk melalui 19 pintu utama dan sebanyak 193,7 ribu kunjungan dari luar pintu utama.


Beberapa pintu masuk utama yang mengalami jumlah penurunan penumpang selain Bandara Ngurah Rai adalah Bandara Soekarno-Hatta sebesar 1,70 persen dan di Batam turun 4,89 persen.


(ayb/int)


Berita Terkait
Jelang Akhir Tahun, Pegawai PT KAI Dilarang Cuti
BNPB: Dua Orang Tewas dan Ratusan Rumah Rusak Akibat Gempa Jawa
BMKG: Gempa Jabar Karena Tumbukan Lempeng Indo Australia-Eurasia
Jokowi Masih Rahasiakan Lokasi Bandara Sukabumi
Indonesia Raih 2 Emas dan 3 Perak di Olimpiade Sains IJSO

Please login for commentKomentar
Haries
Ya resiko, mau tidak mau ya kehilangan pemasukan besar, daripada harus mengorbankan para wisatawan lebih baik kehilangan devisa
priyadi
banyak juga ya sampai mencapai 9 treliunan gitu
Ibnu
semua tidak direncanakan dan tidak terduga, karena erupsi dari gungung agung wisatawan bali jadi menurun
bengbeng
angka yang luamyan cukup besar yah tapi ya namanya juga bencana sudah pasti akan banyak yang di korbankan engga papa deh nanti juga bakalan normal kembali seiring berjalanya waktu
CaffeLatte
ya mau gak mau, emang itu udah jadi konsekuensinya deh
ice
tujuan wisata buat akhir tahun ubah haluan dulu deh nih sementara waktu
Samuel
tidak apa-apa rugi sebentar demi keselamatan wisatawan, tunggu situasi kondusif dulu , pasti wisatawan akan kembali normal lagi
youcanseeme
kalau bencana alam selalu membawakan byk kerugian
Palkor
ujian yang sangat berat banget memang dari sisi ekonomi di daerah ini dan kerugian yang terjadi akibat erupsi gunung ini
novel
Besar sekali dampakñya ya sampai rugi triliunan gitu...abis mo gimana lg namanya juga musibah