Hasil Voting Soal Yerusalem, 128 Negara Lawan Trump

jumat, 22 Desember 2017 10:54


(ist)

108jakarta.com - Sebanyak 128 negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Kamis (21/12/2017) mendukung resolusi Sidang Umum PBB yang isinya mendesak Amerika Serikat mencabut klaimnya yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.


Meski hasil pemungutan suara dalam Sidang Umum darurat itu hanya bersifat simbolis dan tak mengikat, tetapi sudah cukup membuat para diplomat dan Washington berang.


Sebelumnya Duta Besar AS untuk PBB dan Presiden Donald Trump mengancam akan menghentikan bantuan ekonomi bagi negara-negara yang menentangnya dalam pemungutan suara di Sidang Umum PBB tersebut.


Tetapi ancaman itu sepertinya diabaikan. Bahkan negara-negara yang biasa menerima bantuan ekonomi dari AS seperti Mesir, Irak, dan Afghanistan memilih untuk mendukung resolusi PBB tersebut, yang isinya menegaskan bahwa status Yerusalem hanya bisa diputuskan dalam sebuah kesepakatan damai antara Israel dan Palestina.


Hanya sembilan negara yang menolak resolusi itu. Selain AS dan tentu saja Israel, mereka adalah Togo, Micronesia, Nauru, Palau, Marshall Island, Guatemala, dan Honduras.


Sebanyak 35 negara menyatakan abstain, termasuk di antarnya lima anggota Uni Eropa dan sejumlah sekutu AS seperti Australia, Kanada, Kolombia, dan Meksiko.


Selain itu, ada 21 negara yang tak mengikuti pemungutan suara tersebut.


Palestina sendiri menyambut gembira hasil pemungutan suara tersebut. Presiden Palestina, Mahmoud Abbas mengatakan keputusan itu adalah "kemenangan Palestina".


Utusan Palestina untuk PBB, Riyad Mansour, mengatakan bahwa hasil pemungutan suara itu merupakan kemunduran besar bagi AS.


"Mereka menganggap ini semua hanya tentang mereka. Mereka tak memikirkan Yerusalem... dan hasilnya mereka hanya mendapatkan sembilan suara. Menurut saya ini adalah kegagalan bagi kampanye mereka," kata Mansour seperti dikutip The Guardian.


Di sisi lain, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyhu, menolak hasil pemungutan suara itu.


"Israel berterima kasih kepada Presiden Trump atas posisinya yang tak tergoyahkan untuk Yerusalem dan terima kasih kepada negara-negara yang memilih untuk bersama Israel, setia pada kebenaran," demikian bunyi pernyataan dari kantor perdana menteri Israel.


(ayb/int)


Berita Terkait
Please login for commentKomentar
tanto
semoga saja indonesia yang menang dalam voting ini
Fajar
jerusalem bukan hanya masalah status tanah tetapi di Al Quran juga sudah disebutkan posisinya
Wijaya
yah kalau di pikir selagi persyaratan lengkap oke" aj tp jika persyaratannya tidak lengkap di paksa seperti apapun juga gk bisa
emma
kira2 menang mana ya, krn yg mendukung AS pun jg ada dr negara lainnya
Mama
Biarpun begitu kayaknya Trump enggak bergeming , dia kan sombong banget mana mau merubah keputusannya
pakaihatidong
tetap aja kalau tidak ada tindakan yang buat amerika takut,itu tidak di lakukakan.
ticia
makanya jangan asal ngomong itu, kadang trump ini mulutnya gak bisa dijaga dengan baik, tidak bagus menjadi pemimpin suatu negara
Haries
Sepertinya AS bakal kalah, karena semua negara masih mengakui Palestina Ibukotanya ada di Yerusalem
StelKendo
Dengan adanya votingan tersebut bisa membuat Trump gentar dan negara palestina bisa secepatnya merdeka.
Renny
biar tau rasa trump seenaknya aja sih ngutak ngatik negara orang -r-
12