KAI Tandatangani Kredit Sindikasi Proyek LRT Jabodebek Senilai Rp19,25 T

Kamis, 11 Januari 2018 17:28


(ist)

108jakarta.com - Direktur Utama PT Kereta Api lndonesia (Persero) Edi Sukmoro menandatangani Perjanjian Kredit Sindikasi yang akan digunakan untuk membiayai proyek kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT) Jabodebek. 
Penandatanganan diselenggarakan di Kempinski Grand Ballroom Lt.11, Grand Indonesia Shopping Town (West Mall), Jakarta Pusat pada Jumat (29/12) disaksikan oleh 3 Menteri  dari Kabinet Kerja yaitu Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.


Penandatanganan perjanjian fasilitas kredit ini dilakukan dengan dua belas bank sindikasi baik Himbara, bank swasta nasional dan swasta asing yang diwakili oleh Joint Mandated Lead Arrangers and Bookrunners (JMLAB). 
Bank-bank tersebut adalah Bank Mandiri, BNI, BRI, BCA, CIMB Niaga dan PT SMI. Sedangkan bank lain yang juga bertindak sebagai kreditur dalam transaksi ini di antaranya Bank DKI, The Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ (BTMU), Hana Bank, Shinhan Bank Indonesia, Bank Sumut dan Bank Mega.


Nilai pinjaman itu merupakan yang terbesar oleh perseroan sepanjang sejarah perkeretaapian. Kontrak pinjaman tersebut berjangka waktu 18 tahun dengan perincian Rp l8,l triliun untuk kredit investasi dan Rp l,15 triliun untuk kredit modal kerja dalam mengerjakan proyek.


Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan proyek LRT merupakan proyek pertama yang terintegrasi dengan pengelolaan yang sangat terbuka serta angka yang besar dan bisa dijadikan model pendanaan proyek pemerintah lainnya di masa depan. 
Sri Mulyani Indrawati memastikan pembiayaan yang dilakukan sindikasi ini membutuhkan jaminan dari pemerintah. “Pemerintah juga memberikan dukungan untuk meningkatkan kepercayaan terhadap KAI dalam melaksanakan kewajibannya,” jelas Sri. 


Dukungan yang dimaksud berupa subsidi tiket yang akan dijual ke pengguna. Subsidi yang diberikan sebesar Rp 2 triliun per tahun sebagai jaminan dari pemerintah agar KAI bisa mengembalikan pinjaman ke para bank sindikasi. Jumlah subsidi tiket tersebut bisa berubah tiap tahun sesuai jumlah penumpang LRT nantinya. Sri mengingatkan seluruh bank sindikasi wajib mengawasi penggunaan dana kreditnya. 


Budi Karya Sumadi mengatakan, melalui perjanjian tersebut memberikan kepastian pembiayaan untuk penyelesaian proyek LRT Jabodebek. "Suatu hal yang sangat membanggakan melalui penandatanganan perjanjian ini. Bagi Kementerian Perhubungan ini adalah era baru di mana satu pembangunan infrastruktur yang selama ini menggunakan APBN bisa didanai oleh swasta," ucap Budi. 


Edi Sukmoro menjelaskan penandantanganan kontrak pinjaman dengan bank sindikasi adalah komitmen perseroan mendukung proyek LRT. “Diadakannya penandatanganan kontrak pinjaman dengan bank sindikasi ini menjadi salah satu bentuk komitmen KAI untuk mendukung pemerintah melancarkan proyek LRT Jabodebek. Setelah ini kita semua tentu berharap proses pengerjaan proyek ini lancar dan dapat memenuhi target operasionalnya pada 2019 nanti,” ujar Edi. (suh)
 


Berita Terkait
Gambar Destinasi Wisata Indonesia Hiasi Kereta Bawah Tanah Venezuela
Don't Miss It! TMII Bagi-bagi Tiket Masuk Gratis
Mulai januari 2019, Jepang Bakal Berlakukan Pajak Sayonara
Asyik, Kini Mengurus Visa Korea Selatan Semakin Mudah
Filipina Tutup Sementara Destinasi Wisata Boracay, Ada Apa Ya?

Please login for commentKomentar
Jaebum
PT KAI sudah mempunyai dana untuk proyek LRT yang nilainya lumayan besar
bengbeng
mantap deh berarti dalam beberapa tahun kedepan PT KAI akan punya kereta api jenis baru dong yah,mudah mudahan saja segera terealisasi yah proyeknya
ice
kontrak untuk proyek nya berlaku sampai kapan itu yah? dan kira-kira bakalan bisa seterusnya ga yah itu??
Dzulfikar
tapi sayang nya KAI ga berani saingan sama swasta kan?