Keberadaan RedDoorz di Indonesia

jumat, 12 Januari 2018 17:30


(ist)

108jakarta.com - RedDoorz, platform pemesanan online hotel budget,  pada Selasa (9/1) telah menunjuk Bhanu Chopra sebagai Direktur Independen dan Philip Wolf sebagai Penasihat Dewan.


RedDoorz memiliki keberadaan yang kuat di Indonesia. Telah memiliki rekam jejak selama lebih dari dua tahun. Selama periode tersebut telah beroperasional di 10 kota di Indonesia dan akan berekspansi ke sembilan kota lainnya selama dua belas bulan ke depan.


Amit Saberwal, Founder & CEO, RedDoorz, mengatakan, seiring dengan pertumbuhan tersebut pihaknya  dengan bangga menyambut Bhanu Chopra dan Philip Wolf. 


Keduanya merupakan pemimpin yang berpengaruh dan mendapatkan pengakuan dalam banyak aspek di industri pariwisata dan perhotelan, serta kaya akan pengalaman.


“Duduk di Dewan RedDoorz, pengalaman dari keduanya akan terbukti penting dalam membantu kami membentuk strategi ekspansi dari kota ke kota, sejalan dengan perluasan operasional RedDoorz di Indonesia,” kata Amit.


Belum lama ini, RedDorz telah mengumumkan rencana ekspansi di Indonesia dan Filipina. Indonesia telah menjadi titik awal yang penting bagi RedDoorz. 


Dengan menekankan pada program pelatihan keahlian bagi para mitranya (hotel budget kelas menengah, properti independen, dan penginapan).


Secara aktif telah menggapai ke lebih dari 130 juta konsumen yang sadar teknologi dari total 250 juta penduduk Indonesia. Upaya ini telah menghasilkan sebuah model yang berkelanjutan bagi hotel untuk memastikan okupansi.


Sementara itu Bhanu Chopra yang mendirikan RateGain pada tahun 2004, dikenal luas sebagai salah satu pemimpin berpengaruh di Asia Tenggara dalam industri piranti lunak bidang jasa untuk pariwisata dan perhotelan. Sebagai CEO, Bhanu bertanggung jawab untuk mengepalai keseluruhan strategi bisnis dan memimpin berbagai upaya inovasi di dalam ranah perhotelan.


Sedangkan Philip Wolf, pendiri dari Phocuswright, yang merupakan sumber utama untuk riset perjalanan, pariwisata dan perhotelan, merupakan sosok yang lugas, kritis dan dikenal luas di industri pariwisata.


Philip, hingga sekarang tetap seorang wirausaha, walaupun telah mundur dari peranan eksekutif. Philip mendirikan Phocuswright pada tahun 1994 berdasarkan ide yang sederhana namun kontroversial. (suh)
 


Berita Terkait
Please login for commentKomentar
Jaebum
RedDoors baru dengar tetapi sudah gencar promosi nya
ice
saya udh terbiasa dengan traveloka sih, jadi kayak ga mau pindah ke lain hati lagi rasanya
Samuel
dengan design yang minimalis, hotel yang bisa jadi pilihan yang bagus untuk yang minim budget