1.000 Ekor Ikan Napoleon Diekspor ke Hongkong

Selasa, 06 Februari 2018 10:52


(ist)

108jakarta.com - Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto, mengatakan sebanyak 1.000 ekor ikan napoleon asal Natuna diekspor ke Hongkong pada Sabtu, 3 Februari 2018. Ekspor perdana ini dilakukan di Pulau Sedanau sekaligus menandai dibukanya kran ekspor Ikan Napoleon asal Natuna dan Anambas yang dilakukan lewat jalur laut.


“Pemerintah sepakat ekspor ikan napoleon melalui jalur transportasi laut, sebelumnya kan pemerintah hanya mengizinkan melalui jalur transportasi udara,” kata dia, Senin, 5 Februari 2018.


Pemerintah, kata Slamet, menetapkan kuota ekspor sebanyak 40 ribu ekor dengan ukuran lebih dari 1 kg hingga mencapai 3 kg per ekor, masing-masing untuk kuota Natuna sebanyak 30 ribu ekor dan Kepulauan Anambas sebanyak 10 ribu ekor.


Sebelumnya, pemerintah hanya mengizinkan ekspor napoleon yang tergolong CITES Appendix II ini melalui jalur transportasi udara. Pembatasan ini disinyalir menyebabkan penumpukan ribuan ikan napoleon hasil sea ranching di KJA yang tidak bisa terjual. Setidaknya lebih dari 114 ribu ekor stok ikan napoleon hasil sea ranching tersebar di Natuna dan Kepulauan Anambas pada 2017.


Namun, Slamet mengatakan terkait ekspor napoleon, KKP telah memberikan rekomendasi, di mana ekspor ikan napoleon lewat jalur laut bisa dilakukan dengan memenuhi ketentuan peraturan yang berlaku. Pertama, kata Slamet, kapal angkut berbendera asing harus memiliki izin pengangkutan ikan hidup hasil pembudidayaan dibuktikan dengan SIKPI-A.


Kedua, ikan napoleon harus betul betul berasal dari hasil upaya pembudidayaan dibuktikan dengan Surat Keterangan Asal (SKA) yang diterbitkan dinas terkait. Selanjutnya, eksportir harus mengantongi izin pengedar satwa dari pihak management authority CITES di Indonesia (Ditjen KSDAE, Kemen LHK). Terakhir, proses pemindahan harus dicatat dan di bawah pengawasan pihal BKIPM, Pengawas Perikanan, dinas terkait, dan pihak berwenang lainnya.


Slamet menjelaskan dengan dibukanya ekspor napoleon lewat jalur laut mampu meningkatkan devisa negara. “Namun di sisi lain kami tidak bisa secara sporadis melakukannya. Harus seimbang antara kepentingan ekonomi dan konservasi sumberdaya ikan,” kata dia. Oleh karenanya, Slamet berujar, ekspor boleh dilakukan selama dalam koridor peraturan yang berlaku.


(ayb/int)


Berita Terkait
Please login for commentKomentar
karto
semoga dengan mengekspor ikan napoleon bisa mensejahterakan masyarakatnya
tanto
wah ikannya banyak banget yang mau di impor ke hongkong
DongkrakXenia
memang harus diperketat untuk transportasi laut karena nanti banyak yang penyelundupan ikan napoleon
mustafa
semangat indonesia untuk meningkatkan devisa negara
adit
begitu kaya sekali indonesia perairannya
dheshe
kaya sekali perikanan negara kita ini merupakan kebehasilan dalam budidaya ikan napoleon
kopi
memang harus diperketat untuk transportasi laut karena nanti banyak penyelundupan ikan napoleon
SAVAGE
Berarti mereka berhasil mengembangbiakan ikan satu ini jadi mereka bisa ekspor ke luar negri