Bupati Banyuwangi Dukung Metode Belajar Online melalui Ruangguru

Rabu, 14 Februari 2018 16:50


(ist)

108jakarta.com - Pada Senin (12/2) perusahaan penyedia layanan berbasis pendidikan terbesar di Indonesia, Ruangguru, melakukan penandatanganan kesepakatan kolaborasi dengan pemerintah kabupaten (Pemkab) Banyuwangi, Jawa Timur di acara Launching Program Kampung E-Learning di Banyuwangi. 


Kerjasama ini berupa pengadaan Ruangguru On-The-Go (OTG) dalam aktivitas belajar mengajar untuk setiap sekolah yang ada di Banyuwangi guna mendorong pemerataan pendidikan berkualitas hingga ke desa. Pembelajaran berbasis  digital ini dilakukan seiring dengan berjalannya program “Smart Kampung” yang memacu masuknya teknologi informasi di desa-desa di Banyuwangi. 


Ruangguru On-The-Go merupakan solusi terbaru dari Ruangguru untuk mempermudah siswa untuk menonton video di ruangbelajar tanpa kuota internet. 


Hingga saat ini, Ruangguru memiliki lebih dari 7 juta pengguna dan aplikasinya menempati peringkat pertama untuk aplikasi kategori pendidikan di Google Play dan iOS App Store.


“Kami merasa sangat gembira dan mengapresiasi komitmen Banyuwangi yang berupaya meningkatkan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak desa melalui instrumen berbasis teknologi. kerjasama ini selaras dengan visi Ruangguru yang ingin membantu memeratakan kualitas pendidikan di Tanah Air,” papar Belva Devara, CEO Ruangguru. 


Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menjelaskan, kolaborasi ini membuka akses seluas mungkin bagi pelajar desa untuk mendapatkan berbagai pembelajaran berbasis digital secara gratis.


“Selama ini yang bisa mendapat les tambahan atau bimbel (bimbingan belajar) hanya pelajar dari keluarga mampu di pusat kota. Sekarang pelajar dari keluarga kurang mampu di desa pun bisa mendapatkan bimbel berkualitas dengan metode belajar yang terstandarisasi,” papar Azwar Anas usai penandatanganan kesepakatan kolaborasi bersama Ruangguru di Balai Desa Sukonantar, Kecamatan Srono. 


“Program ini disebut Kampung e-Learning dimana pelajar-pelajar di desa bisa belajar lewat sistem ini, yang tidak memiliki smartphone belajarnya akan di balai desa, sudah disiapkan agenda belajar bareng dengan sistem ini sehingga pelajar di desa tidak harus ke pusat kota untuk mendapatkan bimbel,” imbuhnya. 


Anas menambahkan, program ini sebagai bagian untuk mensukseskan Nawacita Presiden Jokowi terkait komitmen membangun bangsa dari pinggiran. Acara ini selain dihadiri oleh Bupati Abdullah Azwar Anas, juga dihadiri jajaran Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Banyuwangi, pejabat eselon 1 dari sekretaris kabinet, kepala dinas pendidikan serta kepala sekolah SMP, SMA, SMK se-Kabupaten Banyuwangi. (suh)


Berita Terkait
Lukisan Mural Bertema Forest di Prime Park Pekanbaru Hotel
Angkasa Pura II Layani 1,9 Juta Penumpang Selama Imlek 2018
Dua Pekan Terhenti, Kereta Api Pangrango Kembali Beroperasi
Liburan Imlek, 1,9 Juta Penumpang Berlibur Lewat Bandara 
Presiden Jokowi Lantik 17 Duta Besar, dari Todung Mulya Lubis Hingga Muliaman Hadad

Please login for commentKomentar
pakaihatidong
Apapun itu cara belajar yg memberikan manfaat untuk para pelajar pastinya dukungan akan selalu ada.
KaroKalemCuy
Kalau sitem pembelajaran dengan cara online bisa memajukan pendidikan di Indonesia pasti banyak yang mendukung.
novel
Ini aplikasi emang berguna bgt buat kemajuan pendidikan di tanah air...tp jgn sampai aktifitas guru jd hilang/lemah karna metode ajaran seperti itu ya
CaffeLatte
jika sasarannya tepat dan memberikan hal yang sangat positif itu sudah pasti wajib diteruskan dan diapresiasikan
Samuel
ini sebuah terobosan yang bagus biar sistem pendidikan di indonesia makin maju