Delapan Warga Ciampel di Karawang Keracunan Limbah Pabrik

Selasa, 13 Februari 2018 14:26


(ist)

108Jakarta.com - Sejumlah warga Desa Kutamekar Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, mengalami keracunan akibat menghirup udara yang mengandung limbah batu bara. Korban mulai berjatuhan sejak Senin (12/2/2018) malam hingga Selasa (13/2/2018) subuh dan dilarikan ke rumah sakit. 


Dugaan sementara korban keracunan akibat pembuangan limbah batu bara dari PT ASAH yang diangkut ke tempat barang rongsok. Berdasarkan data sementara sudah 8 warga yang dilarikan Klinik Mustika. Namun dua orang akhirnya dirujuk ke RSUD Karawang karena kondisi cukup parah. 


“Kami sedang mengusut kasus ini, namun dugaan sementara warga keracunan limbah batu bara yang dibuang di lapak rongsok milik Yusuf. Kami sudah memeriksa sejumlah orang dalam menangani kasus ini," kata Kapolsek Ciampel, AKP Ricky Adipratama, Selasa (13/2/2018).


Menurut Ricky, peristiwa keracunan ini bermula ketika PT ASAH membuang limbah batu bara di lapak rongsokan milik Yusuf  di Dusun Mekarmukti Desa Kutamekar Kecamatan Ciampel. Usai limbah baru bara tersebut dibuang warga sekitar sudah mencium bau busuk. Tidak hanya mencium bau busuk kemudian sebagian warga mulai merasakan pusing dan mual. 


"Warga yang tidak kuat dilarikan ke Klinik, namun ada juga warga memilih bertahan meski sempat menderita pusing atau mual,” katanya.


Petugas Polsek Ciampel membantu warga yang keracunan dan membawa ke klinik terdekat. Selain itu polisi juga mengamankan limbah batu bara yang dibuang di tempat rongsokan.


"Selain membantu warga kami juga mengamankan lokasi pembuangan limbah batu bara. Saat ini sudah ada beberapa warga yang pulang dari klinik setelah menjalani perawatan medis. Sebagian lagi masih dalam perawatan,” kata Ricky.


Menurut Ricky pihaknya akan memanggil manajemen PT ASAH terkait pembuangan limbah batu bara yang mengandung racun melalui udara. Saat ini sejumlah orang sudah dimintai keterangan guna pemeriksaan lebih lanjut. 


"Kami utama menolong korban terlebih dahulu baru kasus ini kami tangani lebih lanjut. Sudah ada beberapa orang yang kami mintai keterangan. Pemeriksaan lebih lanjut akan kami lakukan setelah korban kita tangani," katanya.


(CSR.id)

Berita Terkait
Lukisan Mural Bertema Forest di Prime Park Pekanbaru Hotel
Angkasa Pura II Layani 1,9 Juta Penumpang Selama Imlek 2018
Dua Pekan Terhenti, Kereta Api Pangrango Kembali Beroperasi
Liburan Imlek, 1,9 Juta Penumpang Berlibur Lewat Bandara 
Presiden Jokowi Lantik 17 Duta Besar, dari Todung Mulya Lubis Hingga Muliaman Hadad

Please login for commentKomentar
youcanseeme
Bahaya banget kalau ga cepat ditangani..bisa banyak orang yang keracunan...harus cepat ditindak lanjutin
sumaryani
berarti bahaya banget limbah pabrik yang di buang sembarangan,jadi banyak warga yang keracunan
maulana
harus ada dokter untuk periksa para warga, agar cepat di tangani, agar tidak makin terlalu parah menyebarnya
bengbeng
musti di telusuri secara dalam nih asal usul limbah pabriknya dari mana ko bahaya banget sih bisa sampai meracuni warga begitu,sebelum banyak korban jiwa
Iyan
sudah bukan rahasia lagi jika karawang adalah daerah yang dipenuhi oleh banyak pabrik, maka tidak heran jika ada kejadian seperti ini karena lingkungannya pun sudah tercemari oleh air limbah dan udara yang di hasilkan oleh pabrik yang berada disana.
Palkor
Kalo kaya gini siapa yang mau di salahkan, jadi kena imbasnya kaya gini yah akibat limbah pabrik ini