Gangguan Listrik Sering Disebabkan Layang-Layang

Selasa, 13 Februari 2018 16:28


(ist)

108Jakarta.com - Manajer Area Penyaluran dan Pengatur Beban (AP2B) PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Kalimantan Barat (Kalbar), Ricky Faizal, mengatakan saat ini gangguan kelistrikan di Kalbar meningkat hingga mencapai rata-rata empat kali sehari. Penyebabnya tak lain akibat tali kawat permainan layangan, yang menyentuh jaringan PLN.


"Memasuki cuaca saat ini yang selalu cerah terutama sore hari orang yang bermain layangan di Pontianak meningkat. Hal itu tentu sangat berpengaruh terhadap jaringan kita karena tali layangan mereka menggunakan kawat dan kalau putus sering mengena jaringan listrik kita sehingga mengganggu," ujarnya, di Pontianak, Selasa (13/2).


Ia mengimbau kepada masyarakat yang bermain layangan khususnya yang menggunakan tali kawat untuk tidak bermain di sekitar jaringan listrik PLN. Sebab hal itu akan mengganggu distribusi penyaluran listrik ke pelanggan.


"Apalagi terkena jaringan tegangan tinggi, maka itu berakibat pemadaman bukan hanya satu kompleks atau kelurahan saja namun satu daerah atau beberapa kabupaten di Kalbar," ujar dia lagi.


Ia menambahkan sudah sering mendengar bahwa tali layangan baik menggunakan gelasan atau kawat sering memakan korban bukan hanya luka namun sudah merenggut jiwa seseorang. Kejadian yang sering terjadi tersebut, seharusnya menjadi pelajaran bersama bahwa bermain layangan di tengah kota berdampak buruk bagi masyarakat dan kehandalan listrik di Kalbar.


Dalam regulasi dikatakannya lagi, juga sudah diatur atas pelarangan terhadap permainan layangan. Kecuali permainan yang bersifat atau dalam festival dan lainnya.


"Apalagi PLN ini kan objek vital negara dan jika itu terganggu maka ada sanksi pidananya bagi pelanggarnya," katanya pula.


Ia meminta semua pihak untuk berpartisipasi dan bersama-sama mencegah permainan layangan. Menurutnya semua harus ambil bagian dan memperhatikan soal itu agar dampak buruk bisa dicegah.


"Dikaitkan dengan PLN, maka semua bertanggung jawab menjaga PLN karena PLN ini kan milik negara. Mari bersama kita menjaganya," katanya lagi.


(CSR.id)

Berita Terkait
Lukisan Mural Bertema Forest di Prime Park Pekanbaru Hotel
Angkasa Pura II Layani 1,9 Juta Penumpang Selama Imlek 2018
Dua Pekan Terhenti, Kereta Api Pangrango Kembali Beroperasi
Liburan Imlek, 1,9 Juta Penumpang Berlibur Lewat Bandara 
Presiden Jokowi Lantik 17 Duta Besar, dari Todung Mulya Lubis Hingga Muliaman Hadad

Please login for commentKomentar
pakaihatidong
Waduh.. memang untuk layangan jangan di anggap enteng. Dengan tersangkutnya layangan mempengaruhi operasional listrik menjadi terganggu.
Dzulfikar
layangan itu termasuk permainan yg bahaya, benang nya pun tajem itu, apalagi kalo abis putus layangannya , kan benangnya kadang malang di jalan ganggu pengguna jalan juga
sumaryani
jadi gara gara ada layangan yang nyangkut itu bisa menganggu jaringan listrik
maulana
bagi anak-anak jika ingin bermain layang layang harus di lapangan dan jauhkan dari kabel kabel
Iyan
tepat sekali, kadang layang-layang yang nyangkut di tiang listrik atau kabel-kabel listrik bisa memicu kerusakan apa tidak sebaiknya untuk mengeluarkan peraturan untuk tidak bermain layangan di sembarang tempat karena bisa menyebabkan kerusakan pada kabel atau tiang listrik yang mengalirkan listrik untuk masyarakat.
bengbeng
ada benernya juga makanya sekarang banyak kepala daerah yang membuat peraturan tentang larangan bermain layang layang efeknya ya seperti ini jaringan listrik rusak