Kimia Farma Lebarkan Sayap Bisnis ke Arab Saudi

Senin, 05 Maret 2018 13:27


(ist)

108jakarta.com - Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) farmasi terbesar, PT Kimia Farma (Persero) Tbk gencar mengembangkan aktivitas bisnis di lingkungan nasional maupun internasional. Tidak hanya memperluas jaringan ritel farmasi di berbagai wilayah di Indonesia, kini, Kimia Farma mulai merambah industri farmasi di Arab Saudi dengan mengakuisisi saham Dawaa Medical Limited Company (Dawaa), salah satu anak perusahaan Marei Bin Mahfouz (MBM) Group yang bergerak di bidang kesehatan.


Kimia Farma mengakuisisi saham Dawaa melalui penyertaan modal atau investasi sebesar SAR38 juta (dalam Arab Saudi Riyal) dengan skema pemesanan saham baru (share subscription). Dengan demikian, Kimia Farma menjadi pemegang saham mayoritas dengan kepemilikan saham sebesar 60 persen.


Saat ini, Dawaa memiliki nama Kimia Farma Dawaa dan perusahaan joint venture ini menjadi entitas anak baru di Kimia Farma Group.


Direktur Utama Kimia Farma, Honesti Basyir dan Chief Executive Officer MBM, He Lord DR. Mahfouz Bin Marei Bin Mahfouz CBE, FRSA, GCMLJ. menandatangani shareholder agreement, di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin, (5/3/2018) .


Aksi korporasi ini sekaligus menandai beroperasinya Kimia Farma Dawaa secara efektif di bulan ini.


Ekspansi bisnis Kimia Farma ke luar negeri, khususnya di Arab Saudi dan Middle East and North Africa (MENA) sebagai strategi pengembangan bisnis dan pasar dalam meningkatkan benefit bagi para stakeholder.


“Sudah saatnya Kimia Farma memperbesar pasar untuk skala global. Sebagai BUMN farmasi, Kimia Farma tidak hanya hadir untuk masyarakat di negeri sendiri, tapi juga di luar negeri. Ekspansi bisnis ini sekaligus untuk mendukung program pemerintah Indonesia dalam melayani kebutuhan pelayanan kesehatan jemaah haji dan umrah Indonesia yang semakin meningkat dari tahun ke tahun, serta melayani warga negara Indonesia yang bekerja di Arab Saudi,” terang Honesti Basyir.


Untuk menjalankan kegiatan perdagangan atau wholesale farmasi, kosmetik, alat medis dan pengelolaan apotek (ritel), Dawaa didukung oleh jaringan apotek sebanyak 31 gerai, yang terdiri atas 10 gerai di Mekah dan 21 gerai di Jeddah. Di samping itu terdapat 2 distributor center di Mekah dan Jeddah.


Kimia Farma memilih Arab Saudi sebagai pintu masuk penetrasi pasar ke wilayah Timur Tengah atau Middle East, sebab prospek bisnis kesehatan di Arab Saudi cukup menjanjikan dengan estimasi nilai pasar farmasi sebesar USD20 miliar pada 2020.


(ayb/int)


Berita Terkait
Indonesia dan Brasil Sepakat Bebas Visa
Pameran Industri Mesin dan Elektronik IIME 2018 Siap Digelar
Gambar Destinasi Wisata Indonesia Hiasi Kereta Bawah Tanah Venezuela

Please login for commentKomentar
ata
jauh juga ya sayapnya terbang bisa ke timur tengah
mustafa
terus memperbanyak apotik, karena banyak yang membutuhkan apotik seperti itu
Akhsinhandsome
salut dah sama kimia farma yang berhasil sampai keluar negri,harus ditingkatkan lagi kimia farmanya biar sampai keeropa terkenalnya
lily
hebat sekali bisa sampai keluar negeri semoga lancar
dheshe
makin membantu saudara kita di arab saudi
Jaebum
Hebat kimia farma sudah bisa mengembangkan sayapnya sampai ke Arab Saudi
Haries
Makin berkembang pesat
Iyan
pengambilan keputusan yang luar biasa oleh kimia farma karena dengan seperti ini sudah dipastikan bisnisnya akan sangat berkembang bahkan lebih dari perkiraan.
Renny
hebat dong kalo udah sampai ke luar negeri, berarti makin sukses aja perusahaannya dan dikenal orang banyak -r-
novel
Ya semoga saja produk2 dari kimia farma ini bisa mengeluarkan barang2 yg berkualitas sehingga akan terus menyebar ke negara lainnya
12